Inilah 9 Etika yang Membantumu Bangun Kesan Profesional di Tempat Magang

Inilah 9 Etika yang Membantumu Bangun Kesan Profesional di Tempat Magang

Magang adalah kesempatan yang berharga bagi para mahasiswa dan fresh graduate untuk mendapatkan pengalaman berharga di dunia kerja.

Namun, selama magang, penting bagi kita untuk memahami dan mengaplikasikan etika yang tepat guna memberikan kesan baik kepada perusahaan tempat kita magang.

Dalam artikel ini, kami akan merangkum berbagai hal seputar etika magang yang akan membantu kamu memberikan kesan yang positif dan tak terlupakan. Mari kita simak!

1. Datang Tepat Waktu

Ketepatan waktu adalah salah satu hal penting yang harus diperhatikan ketika magang. Ketika perusahaan mewajibkanmu untuk bekerja langsung di kantor (work from office/WFO), datanglah tepat waktu. Menurut Chron, datang tepat waktu adalah etika dasar yang harus dilakukan dalam lingkungan kerja.

Lebih baik lagi jika kamu datang 5-10 menit lebih awal dari jam masuk kantor dan pulang tepat waktu. Dengan datang tepat waktu atau lebih awal, kamu menunjukkan antusiasme dan determinasi untuk bekerja, yang tentunya akan menjadi nilai tambah di mata perusahaan.

2. Berpakaian Rapi

Pakaian yang rapi dan sopan adalah salah satu etika penting yang harus diperhatikan ketika magang. Meskipun setiap perusahaan memiliki dress code yang berbeda, berpakaian dengan rapi selalu menjadi pilihan yang baik. Jika dress code di perusahaan tempat kamu magang bersifat santai (casual), kamu bisa mengenakan pakaian yang tetap rapi seperti kemeja.

Sebaiknya hindari mengenakan pakaian yang biasa digunakan untuk tidur di rumah. Lebih baik terlihat sedikit terlalu formal daripada terlihat tidak memiliki niat untuk bekerja. Jangan juga mengenakan perhiasan secara berlebihan. Tetaplah sopan dan profesional dalam berpakaian.

BACA JUGA:  Jangan Ada yang Ketinggalan! Inilah Syarat Magang yang Wajib Dipenuhi Oleh Mahasiswa dan Siswa SMK

3. Ingat Nama Orang Lain

Mengenal nama orang lain, seperti senior, rekan setim, dan atasan di tempat magang adalah etika dasar yang harus diterapkan. Menurut Hiring Hub, mengingat nama orang lain menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang perhatian dan memiliki niat untuk membangun koneksi profesional dengan mereka.

Orang-orang akan merasa dihargai dan senang jika dipanggil dengan nama mereka. Jadi, usahakan untuk mengingat nama rekan kerja, klien, atasan, dan setiap orang yang terlibat denganmu. Kamu dapat mencatat nama dan posisi mereka untuk membantu dalam mengingat.

4. Berkomunikasi dengan Jelas

Ketika berkomunikasi dengan rekan kerja atau atasan di tempat magang, penting untuk menggunakan nada dan gaya yang profesional. Jika kamu berkomunikasi melalui email, selalu periksa dan pastikan bahwa penerima email sudah benar dan tidak ada kesalahan pengetikan. Pastikan juga isi emailmu singkat, padat, dan jelas.

Ketika bersosialisasi, perhatikan batasan dan jaga hubungan dengan orang lain tetap profesional saat dalam waktu bekerja. Etika komunikasi yang baik sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis.

5. Perhatikan Handphone-Mu

Jangan terlalu sering melihat atau menggunakan handphone ketika sedang bekerja atau berkomunikasi dengan rekan kerja, klien, atau atasan. Sebaiknya, simpan handphone di kantong atau letakkan di meja kerja. Gunakan mode senyap atau mode getar untuk menghindari gangguan.

Hindari menggunakan nada dering yang berisik atau musik yang mengganggu ketika ada notifikasi. Jika kamu ingin menggunakan nada dering, pilihlah nada yang tenang dan tidak mencolok agar tidak mengganggu orang lain yang sedang bekerja.

6. Jangan Mengambil Barang Tanpa Izin

Jangan pernah mengambil barang orang lain tanpa izin, baik itudi tempat kerja maupun di area umum. Menghormati hak milik orang lain adalah etika dasar yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika kamu membutuhkan sesuatu, selalu minta izin terlebih dahulu kepada pemiliknya.

BACA JUGA:  Inilah 5 Manfaat Magang untuk Mahasiswa

Ini juga berlaku dalam penggunaan peralatan kantor atau fasilitas umum di tempat magang. Jaga barang-barang tersebut dengan baik dan kembalikan ke tempat semula setelah digunakan. Menghormati hak milik orang lain akan mencerminkan integritas dan sikap bertanggung jawab.

7. Jadilah Proaktif dan Inisiatif

Sebagai seorang magang, penting untuk menunjukkan inisiatif dan keinginan untuk belajar. Jangan hanya menunggu instruksi atau tugas yang diberikan, tetapi carilah peluang untuk membantu atau berkontribusi secara proaktif. Jika kamu melihat ada pekerjaan yang perlu dilakukan, tawarkan bantuanmu.

Selain itu, cobalah untuk aktif dalam mengikuti pelatihan atau seminar yang disediakan oleh perusahaan. Ini akan menunjukkan bahwa kamu memiliki motivasi dan keinginan untuk meningkatkan keterampilanmu.

8. Jaga Kerahasiaan dan Privasi

Selama magang, kamu mungkin akan memiliki akses ke informasi rahasia perusahaan. Penting untuk menjaga kerahasiaan dan privasi informasi tersebut. Jangan membocorkan informasi rahasia kepada pihak ketiga tanpa izin.

Selalu patuhi kebijakan kerahasiaan perusahaan dan aturan yang berlaku. Jika kamu ragu tentang apa yang boleh atau tidak boleh diungkapkan, tanyakan kepada atasan atau pihak yang berwenang untuk mendapatkan klarifikasi.

9. Berterima Kasih dan Berpamitan dengan Baik

Saat magang berakhir, jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada atasan, rekan kerja, dan setiap orang yang telah membantu dan memberikan pengalaman berharga selama magangmu. Sampaikan ungkapan terima kasih secara langsung atau melalui surat atau email perpisahan.

Selain itu, berpamitan dengan baik dan tinggalkan kesan yang positif di perusahaan tempat kamu magang. Tinggalkan area kerjamu bersih dan rapi, dan pastikan semua pekerjaanmu sudah diselesaikan atau diserahkan kepada orang yang bertanggung jawab.

Dengan menerapkan etika magang yang tepat, kamu akan memberikan kesan yang positif kepada perusahaan dan meninggalkan kenangan tak terlupakan. Etika magang yang baik juga dapat membantu membangun reputasi profesionalmu di dunia kerja.

BACA JUGA:  CEK SYARAT DAN KETENTUAN PENGANKATAN TENAGA KESEHATAN HONORER MENJADI ASN