dalam proses perakitan rangkaian listrik arus listrik disalurkan melalui

RUMAHTEKNOLOGI.COM – Berikut ini Rumah Teknologi akan memberikan Jawaban Mengenai Pertanyaan di bawah ini, semoga dapat memberikan manfaat, dan digunakan sebagai referensi pengetahuan

Artikel kali ini akan memberi contoh “dalam proses perakitan rangkaian listrik arus listrik disalurkan melalui”

Jawaban ini dapat dijadikan sebagai referensi dan membantu tugas kalian.

tujuan dibuatnya artikel ini adalah untuk memudahkan anda dalam menemukan jawaban yang telah ada

setiap jawaban yang akan dibahas ini tidak bersifat mutlak benar dan teman-teman bisa secara mandiri mencari jawabannya agar bisa lebih eksplor dengan jawabannya.

Dilansir berdasar berbagai sumber, Berikut adalah contoh “dalam proses perakitan rangkaian listrik arus listrik disalurkan melalui”

Bagian 1
Menggunakan Baterai

1Pasang bola lampu ke dudukannya. Fiting lampu adalah alat yang dibuat sebagai dudukan lampu. Pemasangan ini juga memiliki 2 terminal. Satu terminal untuk kutub positif, dan yang lainnya untuk kutub negatif. Dengan demikian, Anda dapat mengalirkan listrik melalui lampu di fitting. [1] Pastikan Anda menggunakan lampu berdaya rendah (kira-kira 1-10 volt).

2Lepaskan kabel sepanjang 2,5 cm dari setiap ujung 2 kabel tembaga. Anda akan menggunakan 2 kabel tembaga sehingga mudah membedakan kutub positif dan negatif. Gunakan pisau atau alat pengungkit kabel untuk memotong 2,5 cm (1 inci) insulasi (bagian berwarna). Saat dibuka, bagian kabel tembaga akan terlihat. [2] Kabel merah dan hitam paling banyak dijual di pasaran, namun Anda bisa menggunakan kabel berwarna lain, misalnya merah dan putih.
Jangan memotong bagian tembaga dari kabel. Anda hanya perlu membuka isolasi plastik yang menutupi kabel tersebut. Setelah terbuka, kupas atau geser insulasi dari kabel.

3Hubungkan kutub positif. Umumnya kabel merah digunakan untuk menghubungkan kutub positif. Salah satu ujung kabel merah akan terhubung ke satu sisi lampu. Ujung kabel merah lainnya harus dihubungkan ke terminal positif baterai. [3] Jika Anda tidak dapat menemukan kabel merah, pilih salah satu dari dua warna kabel sebagai kabel positif.

BACA JUGA:  Cinderamata KKN untuk Desa, Perlukah Memberikannya?

4Hubungkan kabel negatif. Kabel hitam biasanya digunakan sebagai kabel negatif. Sekali lagi, salah satu ujung kabel harus menyentuh terminal fiting lampu (terminal di mana kabel positif tidak terhubung). Ujung kabel yang lain bisa dibiarkan sendiri sampai waktunya menyalakan lampu. [4]

5 Nyalakan lampu. Sentuh ujung kabel hitam (negatif) yang bebas ke terminal negatif baterai. Dengan demikian rangkaian kelistrikan sudah lengkap dan arus listrik dapat mengalir. Listrik akan mengalir dan akhirnya menyalakan lampu.

Bagian 2
Menggunakan Paket Daya

1 Siapkan paket daya. Power pack harus berada di permukaan yang rata dan rata. Hubungkan power pack dengan soket listrik. Dengan demikian, rangkaian listrik memperoleh pasokan daya yang stabil. Hubungkan ujung kabel yang lain ke power pack.[5]

2Hubungkan lampu. Pasang bola lampu di fixture. Setelah itu, sambungkan setiap kutub power pack ke salah satu terminal fiting lampu. Saat keduanya terhubung, lampu akan menyala. [6] Jika lampu tidak menyala, periksa apakah kutub sudah tersambung dengan benar dan paket daya terpasang dan menyala.

3 Sesuaikan voltase. Anda dapat menggerakkan tombol power pack untuk mengubah voltase dan menunjukkan perubahan kecerahan lampu saat voltase naik dan turun. Cahaya akan semakin redup saat voltase diturunkan, dan terang saat voltase dinaikkan. [7]

Bagian 3
Memasang Sakelar

1Potong satu kawat tembaga. Putuskan sambungan sumber listrik dari sirkuit listrik sebelum memotong kabel. Anda dapat memotong kutub positif atau negatif. Gunakan alat pemotong kabel khusus untuk memotong kabel di sirkuit. Sakelar akan memungkinkan Anda untuk mengontrol sirkuit listrik di mana pun mereka berada di sirkuit.
Kabel yang masih terhubung dengan sumber listrik tidak boleh dipotong. Anda harus selalu mencabut sumber listrik sebelum memotong bagian kabel.

BACA JUGA:  berikut ini yang merupakan ruang lingkup sejarah yaitu

2Gunakan kabel untuk menyambungkan baterai dan sakelar. Setelah Anda memotong 1 kabel, pasang ke sakelar. Sakelar memiliki 2 terminal sederhana. Pasang kabel yang terhubung dengan baterai ke salah satu terminal sakelar. [9] Biarkan saja terminal lain untuk saat ini.

3Hubungkan sakelar dengan bola lampu. Kabel kedua digunakan untuk menyambungkan terminal fiting lampu ke terminal sakelar kedua. Dengan demikian, rangkaian listrik sudah selesai. [10] Berbeda dengan eksperimen sebelumnya, rangkaian Anda tidak mampu menghantarkan listrik. Agar lampu menyala, Anda perlu menekan sakelar.

4 Tekan sakelar. Saat tombol sakelar dibalik, rangkaian akan terbuka (putus) dan tertutup (selesai). Dengan demikian arus listrik pada rangkaian dapat diputus atau dihubungkan. Saat sirkuit ditutup, lampu akan menyala.

`