semua orang ingin cerdas fathanah bagaimana caranya supaya cerdas jelaskan

Berikut ini Rumah Teknologi akan memberikan Jawaban Mengenai Pertanyaan di bawah ini, semoga dapat memberikan manfaat, dan digunakan sebagai referensi pengetahuan.

Artikel kali ini akan membahas “semua orang ingin cerdas fathanah bagaimana caranya supaya cerdas jelaskan” mari kita lanjutkan

Jawaban ini dapat dijadikan sebagai referensi dan membantu tugas kalian.

tujuan dibuatnya artikel ini adalah untuk memudahkan anda dalam menemuka jawaban yang telah ada.

setiap jawaban yang akan dibahas ini tidak bersifat mutlak benar dan teman-teman bisa secara mandiri mencari jawabannya agar bisa lebih eksplor dengan jawabannya.

Dilansir berdasar berbagai sumber, Berikut penjelasan dari “semua orang ingin cerdas fathanah bagaimana caranya supaya cerdas jelaskan”

Pengertian Fathanah

Fathanah berarti pintar. Artinya, mampu menangkap makna dari sesuatu yang datang kepadanya.

Setiap Nabi pasti memiliki sifat Fatana. Para Nabi adalah yang terbaik pada masanya, termasuk Fathanah. Mereka adalah orang-orang yang fatana dalam artian orang yang benar-benar pintar.

Kebalikan dari fathanah adalah gha bawah yang berarti bodoh atau dungu.

Urgensi karakter Fathanah

Tidak mungkin seorang Nabi berada di bawah Gha. Seorang nabi yang adalah seorang ghaunder tidak akan mampu memenuhi tugas kenabian yang begitu sulit. Seorang nabi yang berwatak gha tidak akan mampu melawan argumentasi musuh dakwah yang licik dan licik.

Nabi yang Ghaunder tidak akan mampu menyusun strategi jitu untuk memenangkan agenda dakwah. Dan memang tidak ada seorang nabi pun dalam sejarah yang merupakan seorang ghaunder. Bahkan sebagai karyawan sebuah perusahaan pun harus lulus tes IQ, apalagi menjadi “karyawan Allah”.

BACA JUGA:  pemerkosaan mahasiswi kkn ugm

Fathanah adalah salah satu sifat yang ditahbiskan dalam Islam. Banyak ayat dalam Al-Qur’an yang secara khusus mengecam orang yang tidak menggunakan akalnya dengan baik. Begitu pula Nabi Muhammad SAW dalam berbagai kesempatan. Memotivasi rekan kerja untuk melakukan pemikiran terbaik mereka.

Keutamaan Fathanah dalam Al-Qur’an

Salah satu bentuk konkrit perhatian al-Qur’an terhadap sifat Fathanah adalah ketika al-Qur’an melarang minuman keras (khamer). Alquran dengan tegas melarang orang beriman untuk mendekati alkohol. Ini karena Khamer mencegah orang berpikir jernih. Ketika nalar menemui jalan buntu, manusia akan dengan mudah melakukan berbagai kesalahan.

Perintah menggunakan akal

Selanjutnya dalam berbagai kesempatan, Allah Swt. memberikan peringatan kepada umat manusia untuk menggunakan akal dengan sebaik-baiknya. Allah Swt. berfirman:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ، وَلَلدَّارُ الْآَخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ، أَفَلَا تَعْقِلُونَ.

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu menggunakan akalmu? (al-An’am)

وَهُوَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَلَهُ اخْتِلَافُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، أَفَلَا تَعْقِلُونَ.

Dan Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan. Dan Dia-lah yang mengatur pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak menggunakan akalmu? (al-Mu’minun: 80)

Himbauan berpikir

اعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا، قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآَيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ.

Ketahuilah olehmu, bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran Kami, supaya kamu menggunakan akalmu. (al-Hadid: 17)

لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآَنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ، وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ.   

Bila sekiranya Kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia, supaya mereka menggunakan pikiran mereka. (al-Hasyr: 21)

BACA JUGA:  puisi perpisahan kkn untuk desa

Larangan minum khamer

Allah Swt. berfirman:

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ، فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ.

Sesungguhnya syaitan itu hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran khamer dan judi. Mereka hendak menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang. Maka berhentilah kamu (meminum khamer dan berjudi). (al-Maidah: 91)

Ciri Ciri Orang Fathonah

Seua orang pasti ingin memiliki sifat fathonah. Lalu bagaimana sebenarnya ciri ciri orang fathonah? Berikut adalah ciri ciri dari orang fathonah

1. Pandai memberi nasihat yang baik agar tidak menyinggung perasaan orang lain.
2. Mahir menyampaikan kabar baik atau berita.
3. Mahir menyampaikan kabar baik dan perbuatan baik.
4. Mahir mengkomunikasikan mandat yang didelegasikan.
5. Bijaksana dalam beribadah. Artinya tidak melakukan amalan yang tidak berdasar dan mengutamakan ibadah dan amalan utama.
6. Pandai bersosialisasi. Dalam kehidupan sehari-hari tentunya tidak dapat diabaikan baik masalah masyarakat maupun keluarga. Karena itu, kecerdasan sosial diperlukan untuk menanggapi apa pun.

Buruknya Sifat Bodoh

Ketidaktahuan adalah kualitas yang sangat tercela. Oleh karena itu, orang bodoh bukanlah orang yang terpuji.

Nabi marah karena kebodohannya
Karena sifat jahat orang bodoh itu, Nabi Muhammad. selalu marah pada ketidaktahuan teman-temannya, mereka akhirnya menimbulkan masalah bagi teman-temannya.

عَنْ جَابِرٍ قَالَ: خَرَجْنَا فِى سَفَرٍ، فَأَصَابَ رَجُلاً مِنَّا حَجَرٌ فَشَجَّهُ فِى رَأْسِهِ، ثُمَّ احْتَلَمَ. فَسَأَلَ أَصْحَابَهُ فَقَالَ: هَلْ تَجِدُونَ لِى رُخْصَةً فِى التَّيَمُّمِ؟ فَقَالُوا: مَا نَجِدُ لَكَ رُخْصَةً، وَأَنْتَ تَقْدِرُ عَلَى الْمَاءِ. فَاغْتَسَلَ فَمَاتَ. فَلَمَّا قَدِمْنَا عَلَى النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أُخْبِرَ بِذَلِكَ فَقَالَ: قَتَلُوهُ، قَتَلَهُمُ اللَّهُ، أَلاَّ سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا، فَإِنَّمَا شِفَاءُ الْعِىِّ السُّؤَالُ، إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيهِ أَنْ يَتَيَمَّمَ وَيَعْصِرَ أَوْ يَعْصِبَ – شَكَّ مُوسَى – عَلَى جُرْحِهِ خِرْقَةً، ثُمَّ يَمْسَحَ عَلَيْهَا، وَيَغْسِلَ سَائِرَ جَسَدِهِ.

BACA JUGA:  inti pada pidato berisi tentang

Dari Jabir, dia berkata: Adalah kami sedang dalam safar (perjalanan jauh), lalu ada seorang di antara kami yang tertimpa batu, sehingga kepalanya terluka parah. Kemudian orang itu berada dalam keadaan junub.

Dia pun bertanya kepada kawan-kawannya, “Apakah menurut kalian aku boleh mengambil rukhshah (keringanan) dengan bertayamum (sebagai pengganti mandi)?”

Mereka menjawab, “Menurut kami, engkau tidak boleh mengambil rukhshah, karena engkau bisa mendapatkan air.” Lalu orang itu mandi, dan tewas seketika. Setelah bertemu dengan Nabi Muhammad Saw., beliau memperoleh berita tersebut.

Beliau bersabda, “Mereka telah membunuhnya. Celakalah mereka. Mengapa mereka tidak bertanya, apabila mereka tidak mengetahui? Obat dari kebodohan itu adalah dengan bertanya. Sebenarnya orang yang terluka itu cukup bertayamum saja, dan membalut lukanya dengan sobekan kain, kemudian dia mengusapnya, lalu membasuh seluruh bagian tubuhnya.”

Keinginan semua orang adalah menjadi cerdas atau fathanah. Kecerdasan termasuk ke dalam Qadar, artinya ketentuan Allah SWT yang bisa diusahakan melalui ikhtiar sungguh-sungguh, doa dan juga tawakkal.

Pembahasan

Cara menjadi sosok yang cerdas adalah sebagai berikut:

  1. Giat dan tekun belajar
  2. Berpikir kritis terhadap apapun yang terjadi di sekeliling kita termasuk fenomena alam atau pun sosial.
  3. Meniatkan diri belajar dengan tekun untuk menjadi pribadi yang cerdas sehingga bisa menambah keimanan pada Allah SWT.
  4. Berdoa, memanjatkan permintaan kepada Allah SWT agar senantiasa dibuka pikirannya, dipermudah pemahamannya dan lain sebagainya.
  5. Tawakkal, dengan selalu bersikap positif dan optimis bahwa apapun yang terjadi adalah semua keputusan terbaik yang datangnya dari Allah SWT. ***