Berikut Tips Sukses KKN (Kuliah Kerja Nyata) buat Mahasiswa, Simak Penjelasannya

Berikut Tips Sukses KKN (Kuliah Kerja Nyata) buat Mahasiswa, Simak Penjelasannya

RumahTeknologi.com – Bagaimana langkah-langkah KKN yang baik dan benar? KuKerTa atau disingkat KKN atau Kuliah Kerja Nyata (bukan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) atau kadang disingkat KuKerTa, merupakan salah satu program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang menjadi salah satu syarat mengajar universitas. Berikut Tips Sukses KKN (Kuliah Kerja Nyata) buat Mahasiswa.

Tentunya sebagai mahasiswa tidak hanya berkutat dengan teori dan pembelajaran di kampus, tetapi juga harus mengabadikan ilmu yang didapat di masyarakat, salah satunya melalui program pengabdian masyarakat.

Namun seperti yang sering kita dengar, banyak hal yang tidak diinginkan terjadi selama KKN karena mahasiswa sering mengalami gegar budaya atau tidak betah karena tidak siap menghadapi budaya daerah sekitar.

Program kerja KKN setara dengan membantu masyarakat di pedesaan atau desa yang sangat membutuhkan baik berupa ide, sarana maupun prasarana. Hal inilah yang menyebabkan sebagian besar mahasiswa yang berbudaya urban tidak beradaptasi dengan kondisi tempat mereka melakukan KKN.

Seperti kisah horor KKN di desa penari yang lalu, dimana siswa gagal untuk mengamati tata krama yang berlaku di desa dan Adap, hal-hal misterius terjadi dan menyebabkan kerugian yang tidak diinginkan.

Entah cerita ini benar atau tidak, setidaknya kita bisa mengambil pelajaran bahwa kita sedang melakukan KKN di kota baru kita dan bahwa siswa yang melakukannya harus selalu mengikuti aturan yang berlaku di tempat tersebut.

Tips Sukses KKN

Kita sering mendengar pepatah, “Di mana Anda menginjak tanah, di situ ada surga”, yang artinya Anda harus bisa menjaga norma dan adat istiadat yang berlaku secara kasar di tempat Anda tinggal, dalam hal ini tempat komunitas Anda. melayani.

BACA JUGA:  tugas koordinator desa kkn

Jadi tips apa yang bisa Anda berikan? Lihat di bawah

1. Pilih tempat di KKN dengan sumber yang jelas.

Salah satu alasan kami memilih tempat KKN adalah karena lokasinya yang strategis dan dekat dengan perkotaan. Padahal, inti dari KKN itu sendiri adalah cara memberdayakan masyarakat yang belum berkembang untuk melakukan hal-hal yang lebih produktif.

Nah, kalau kita memang butuh tempat KKN yang benar-benar terpencil dan terkenal dengan kebatinannya (karena ada yang menawarkan mahasiswa pilihan, biasanya karena kampus memilih mahasiswanya sendiri), bicara dulu dengan kondektur dan teman-temannya yang terlibat dalam memimpin. Sebuah survei untuk mengetahui di mana Anda berada. .

2. Perbaiki niat Anda

Tentu saja, semuanya didasarkan pada niat. Jadi apapun situasinya di KKN, kita harus memberdayakan mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan berkomitmen pada komunitasnya dan dengan niat positif dan baik.

Dengan menyusun program kerja secara skema dapat dilihat kegiatan apa saja yang dilakukan selama KKN. Selain itu, Anda perlu bersiap untuk beradaptasi dengan budaya lokal lainnya. Di sini Anda akan belajar tentang perbedaan, kemandirian, dan kerja tim.

3. Penyusunan program kerja yang komprehensif

Apa itu Proker atau Progja? Program kerja merupakan pedoman kegiatan yang akan dilakukan selama KKN. Program kerja ini terdiri dari kegiatan utama, penunjang, tambahan, penunjang, kelompok dan individu. Oleh karena itu, kunci keberhasilan KKN adalah menyiapkan program kerja yang jelas sebelum melaksanakan KKN.

Dengan pertemuan atau briefing, Anda dapat menemukan poin pencapaian untuk nanti, beserta waktu yang dibutuhkan dan apa tujuan Anda. Jadi ini menempatkan Anda pada peluang yang jauh lebih tinggi untuk bertahan hidup dan Anda dapat belajar langsung dari masalah yang dihadapi orang-orang di sana.

4. Terhubung dengan masyarakat sekitar

Menghindari mistik tidak bisa dilakukan secara sepihak. Jadi taruhan terbaik Anda adalah proporsional dengan masyarakat sekitar. Artinya cukup harmonis sehingga tidak terlalu akrab atau tidak terlalu asing.

BACA JUGA:  apa manfaat wayang bagi pengembangan warisan budaya

Ingatlah bahwa titiknya proporsional. Hal ini terutama berlaku untuk anak perempuan yang cenderung diganggu oleh orang-orang muda di sekitar mereka. Intinya konfederasi itu terbatas, tanpa melanggar privasi dan tanpa mengambil tindakan yang bisa menyinggung warga desa.

5. Jangan berbuat maksiat

Nah, ini salah satu hal yang paling memalukan yang pernah dilakukan oleh mahasiswa KKN satu atau dua kali. Padahal, perbuatan asusila atau maksiat tidak dibenarkan di mana pun berada, apalagi jika ada orang yang kebetulan masih memiliki sisi mistis yang kuat.

Jadi sebaiknya hindari melakukan hal ini. Jika Anda benar-benar ingin menghindari perbuatan asusila, Anda bisa sepakat untuk membatasi hubungan mahasiswa-mahasiswa dengan memisahkan mahasiswa dan asrama mahasiswa.

6. Bersikap baik kepada semua orang

Ketika melakukan pengabdian masyarakat di desa orang lain, singkirkan semua kualitas negatif dari tinggal di rumah kos dan berbuat baik untuk semua orang. Hal-hal kecil seperti tersenyum, menyapa atau membantu warga adalah bagian kecil dari upaya kita untuk menghindari hal-hal negatif yang bisa terjadi.

7. Aku benci sendirian

Jika kamu seorang nolep (tidak hidup, introvert), hilangkan kebiasaan itu sedini mungkin dari awal KKN dan mulailah bergaul dengan orang-orang di sekitarmu. Perubahan hanya boleh dilakukan selama minimal KKN.

Namun, semakin sibuk satu sama lain, semakin besar risiko mengalami sesuatu yang mistis atau negatif. Dengan berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat, kita lebih aktif dan menghindari hal itu.

8. Menjaga kerukunan dan tidak membeda-bedakan masyarakat

Selanjutnya, untuk menghindari konflik internal dan eksternal yang biasa terjadi antara anak KKN dengan masyarakat setempat, maka konflik juga terjadi di dalam diri anak KKN. Ini adalah sesuatu yang harus dihindari oleh sesama anggota.

Konflik melahirkan kebencian dan kemarahan, balas dendam yang tidak diungkapkan secara fisik, tetapi secara misterius pasti akan mengingat diri kita sendiri. Karena itu, lepaskan keegoisan dan mulailah menyelaraskan satu sama lain.

BACA JUGA:  perbedaan ppl dan kkn

9. Menjaga hubungan dengan instruktur, kampus dan keluarga

Hal ini menjadi hal yang penting untuk diperhatikan agar jika terjadi hal yang tidak diinginkan di lokasi KKN, dapat segera memberitahukan kepada pihak kampus atau pembimbing.

Oleh karena itu, komunikasi dengan supervisor sangat penting dalam hal ini. Juga, jangan lupa untuk meminta doa orang tua Anda untuk perlindungan.

10. Banyak beribadah

Tentu sebagai umat beragama kita harus beribadah secara rutin, tidak hanya saat KKN saja. Menyembah dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta akan melindungi Anda dari hal-hal mistis, seperti gangguan ruh.

Misalnya, umat Islam dapat melakukan shalat berjamaah di homestay, membaca Alquran, dan melakukan kegiatan membaca Maghrib di rumah. Ini adalah salah satu broker yang bisa Anda pertimbangkan.

11. Selalu patuhi norma dan aturan setempat.

Ini adalah bagian terpenting dari tip ini. Banyak siswa yang meremehkan aturan dan norma yang berlaku di pedesaan. Memiliki kebiasaan buruk tinggal di rumah kost, ia menganggap masyarakat kampung sebagai inferior dan mengabaikan aturan yang berlaku.

Tentu saja hal ini memiliki akibat yang sangat fatal. Dan ini salah satu pelajaran yang bisa kita petik dari kisah yang sedang viral saat ini: KKN di kota penari. Bicaralah dengan masyarakat tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama KKN.

12. Ucapkan selamat tinggal pada kenangan indah

Terakhir, saya mengucapkan selamat tinggal kepada warga sekitar dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah melaksanakan proses KKN selama ini. Jangan lupa untuk meminta maaf kepada penduduk setempat atas perilaku buruk Anda di bagian ini juga.

Menerapkan berbagai tips di atas dengan salam perpisahan, mimin yakin tidak akan ada hal-hal misterius atau berbahaya yang bisa diminimalisir selama KKN. Sebenarnya Tuhanlah yang telah menetapkan hal ini terjadi pada kita, tetapi sebagai manusia, kita tidak punya pilihan selain melakukan yang terbaik, bukan?