Bagaimana Kriteria Penilaian PKM yang Efektif? Berikut Penjelasannya

Bagaimana Kriteria Penilaian PKM yang Efektif? Berikut Penjelasannya

Bagaimana Kriteria Penilaian PKM yang Efektif? Berikut Penjelasannya

Dalam mengevaluasi keberhasilan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) oleh mahasiswa, perlu dilakukan penilaian berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.

Penilaian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana dampak positif yang telah dicapai oleh PKM. Berikut adalah kriteria minimal yang dapat dijadikan acuan dalam penilaian hasil kegiatan PKM:

1. Tingkat Kepuasan Masyarakat

Kriteria pertama yang digunakan dalam penilaian PKM adalah tingkat kepuasan masyarakat yang dilayani. Hal ini dapat diukur melalui survei atau wawancara dengan masyarakat penerima manfaat.

Mahasiswa dapat menilai tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan atau bantuan yang telah diberikan. Skala penilaian dapat berkisar dari sangat puas hingga tidak puas.

2. Perubahan Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan Masyarakat

Kriteria selanjutnya adalah terjadinya perubahan sikap, pengetahuan, dan keterampilan pada masyarakat sesuai dengan sasaran program PKM.

Mahasiswa perlu mengevaluasi apakah masyarakat mengalami perubahan positif dalam hal pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kegiatan PKM.

Misalnya, apakah masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang manajemen keuangan setelah mendapatkan pelatihan dari mahasiswa.

3. Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Seni, dan Budaya secara Berkelanjutan

Kriteria ini menilai sejauh mana ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya yang diperkenalkan oleh mahasiswa dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Mahasiswa perlu mengevaluasi apakah hasil PKM mereka dapat diimplementasikan dan berkelanjutan setelah kegiatan PKM selesai. Misalnya, apakah solusi atau produk yang dikembangkan oleh mahasiswa dapat terus digunakan oleh masyarakat.

4. Penyelesaian Masalah Sosial dan Rekomendasi Kebijakan

Kriteria berikutnya adalah teratasi atau tidaknya masalah sosial yang menjadi fokus kegiatan PKM. Mahasiswa perlu mengevaluasi apakah PKM mereka dapat memberikan solusi yang efektif terhadap masalah yang dihadapi oleh masyarakat.

BACA JUGA:  4 Keuntungan Magang di Luar Negeri yang Wajib Kamu Ketahui!

Selain itu, apakah rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari PKM dapat dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan untuk melakukan perubahan yang lebih baik.

Penilaian PKM dapat dilakukan dengan menggunakan metode dan instrumen yang relevan, akuntabel, dan dapat mewakili ukuran ketercapaian kinerja proses serta pencapaian kinerja hasil PKM.

Mahasiswa dapat menggunakan formulir penilaian yang disediakan oleh instansi atau entitas tempat pelaksanaan kegiatan PKM, serta melibatkan penilaian dari dosen pembimbing PKM.

Hasil penilaian akhir PKM dinyatakan dalam bentuk Huruf Mutu (HM) dan Angka Mutu (AM) sesuai dengan buku pedoman pendidikan vokasi UB.

Pemberian nilai pada setiap kegiatan PKM menggunakan skala Huruf Mutu (A-E) yang kemudian dikonversikan menjadi Angka Mutu (0-4). Bobot suatu kegiatan penilaian PKM ditentukan berdasarkan hasil penilaian sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan secara keseluruhan dalam satu semester.

Dalam melakukan penilaian PKM, penting bagi mahasiswa untuk memperhatikan integritas dan objektivitas penilaian. Mahasiswa juga dapat mengevaluasi diri sendiri untuk melihat area di mana mereka dapat meningkatkan kinerja PKM mereka.

Dengan adanya penilaian yang baik, diharapkan PKM dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.

`