mengapa abu bakar diberi gelar as siddiq
mengapa abu bakar diberi gelar as siddiq

mengapa abu bakar diberi gelar as siddiq

RUMAHTEKNOLOGI.COM – Berikut ini Rumah Teknologi akan memberikan Jawaban Mengenai Pertanyaan di bawah ini, semoga dapat memberikan manfaat, dan digunakan sebagai referensi pengetahuan

Artikel kali ini akan memberi contoh “mengapa abu bakar diberi gelar as siddiq”

Jawaban ini dapat dijadikan sebagai referensi dan membantu tugas kalian.

tujuan dibuatnya artikel ini adalah untuk memudahkan anda dalam menemukan jawaban yang telah ada

setiap jawaban yang akan dibahas ini tidak bersifat mutlak benar dan teman-teman bisa secara mandiri mencari jawabannya agar bisa lebih eksplor dengan jawabannya.

Dilansir berdasar berbagai sumber, Berikut adalah contoh “mengapa abu bakar diberi gelar as siddiq”

Mengapa Abu Bakar diberi gelar As siddiq?

Abu Bakar As Siddiq adalah khalifah pertama dari Rashidun Khulafaur. Ia tetap sangat setia kepada Rasulla SAW hingga akhir hayatnya.

Abu Bakar lahir pada tahun 572 M. Di Mekkah, tak lama setelah kelahiran Rasulullah SAW. Karena kedekatan itu, Abu Bakar berteman dengannya sejak kecil.

Persahabatan antara Abu Bakar dan Nabi tidak dapat dipisahkan sebelum dan sesudah kedatangan Islam. Hubungan ini semakin dekat karena keduanya berjuang untuk menegakkan agama Allah Yang Maha Tinggi.

Di kalangan umat Islam, Abu Bakar dikenal sebagai As siddiq. Gelar itu tidak diberikan cuma-cuma oleh Rasulullah SAW. Lantas mengapa Abu Bakar diberi gelar As As siddiq?

Setelah Nabi menceritakan kisah Isra Mirage ke masjid. Beberapa dari mereka langsung mendatangi Abu Bakar, sahabat terdekat Nabi, untuk mengabari dan mencari tahu bagaimana reaksinya.

Abu Bakar awalnya menuduh mereka membawa cerita bohong kepadanya. Ketika mereka meyakinkannya bahwa Muhammad memang mengaku telah kembali ke Yerusalem pada malam hari, reaksi Abu Bakar adalah:

“Jika dia benar-benar mengatakannya, dia mengatakan yang sebenarnya.”

Ketika mereka mengungkapkan keterkejutannya bahwa dia akan mempercayai cerita yang begitu unik, kata Abu Bakar. Dia bilang dia mendapat wahyu dari Allah, dan aku percaya padanya.”

Abu Bakar kemudian pergi ke sebuah masjid di mana orang-orang yang tidak percaya masih berkumpul di sekitar Nabi. Dia bertanya kepada Nabi apakah dia mengaku telah pergi ke Yerusalem dan kembali malam itu.

BACA JUGA:  hambatan dalam perpanjangan masa peminjaman arsip dan solusinya

Mendengar jawaban positif Nabi, Abu Bakar berkata, “Aku percaya padamu. Kamu selalu mengatakan yang sebenarnya.”

Dia kemudian meminta Nabi untuk menggambarkan Yerusalem. Seperti yang Nabi terus jelaskan, Abu Bakar terus mengulangi kata-katanya: “Aku percaya padamu, kamu selalu mengatakan kebenaran.

Nabi sangat senang dengan Abu Bakar sehingga dia menganugerahkan kepadanya gelar As Siddiq, yang berarti “mukmin sejati dan teguh”. Ini adalah gelar yang paling disayangi Abu Bakar selama sisa hidupnya.

Setelah menerima Islam, beberapa orang bergabung dengan orang-orang kafir. Namun, para nabi tidak kebal terhadap kemurtadan mereka.

Mengapa Abu Bakar diberi gelar Siddiq?
Pemberian gelar Az Siddik kepada Abu Bakar diawali dengan perjalanan Isla Mirage dari Masjidil Haram Nabi Muhammad SAW ke Masjidil Aqsha, dimana beliau diangkat ke langit ketujuh atau Sidratul Muntaka.

Mengutip Dr. Akram Dhiya dalam buku AI-Age Seleksi Sirah Nabawiyah, Rasulullah mengalami berbagai peristiwa menakjubkan selama perjalanan itu. Misalnya melihat Sidratul Muntaka, surga ia melihat danau Al-Kautsar, Jibril dari dekat, dan masih banyak lagi.

Ketika Rasulullah SAW menceritakan kepada kaumnya tentang pengalaman Isra’ Mirajnya, kaum kafir Quraisy tidak mempercayainya dan menganggapnya sebagai pembohong. Mereka bahkan menghasut orang-orang beriman untuk membangkang terhadap ajaran Nabi.

Untuk mengatakan yang sebenarnya, orang-orang beriman meminta kebenaran kepada Abu Bakar. Abu Bakar dengan tegas dan percaya diri menegaskan semua yang dialami Nabi Muhammad dalam perjalanannya ke Isla Mirage.

Dia adalah orang pertama yang membela dan membenarkan acara khusus ini. Abu Bakar sejak itu diberi gelar As siddiq, yang berarti jujur atau benar.
Mengutip Nikmatnya Belajar Islam, buku kelas 5 yang ditulis oleh Hj. Hindun Anwar, kepribadian jujur Abu Bakar sudah terlihat sejak lama. Dia selalu membenarkan semua tindakan Nabi Muhammad, dan ketika dia berjuang untuk Islam, dia menemaninya dalam suka dan duka.

BACA JUGA:  apa yang melatarbelakangi terbentuknya kampung pancasila

Sepeninggal Nabi Muhammad, kaum Ansar dan Muhajirin bermusyawarah untuk memilih pemimpin atau khalifah. Alhasil, mereka sepakat mengangkat Abu Bakar sebagai khalifah.

Abu Bakar as As siddiq dikenal sebagai khalifah yang tegas pada masa kepemimpinannya, terutama dalam memerangi orang-orang yang keluar dari Islam dan tidak membayar zakat (murtad). Dia juga memimpin penyebaran Islam dan memimpin Islam menuju kemenangan.

Abu Bakar, pada usia 63 tahun, usia yang sama dengan Nabi pada saat kematiannya, menjadi khalifah Hijrah selama dua tahun tiga bulan sampai kematiannya pada tanggal 12. Sebagai bentuk penghormatan terakhir, beliau dimakamkan di dekat makam Rasulla SAW.

Kenali Khalifah Abu Bakar sebagai As siddiq
Secara fisik, Abu Bakar bertubuh kurus dan berkulit putih. Putranya, Aisha, menggambarkan watak ayahnya memiliki kulit putih, pelipis ramping, dan pinggang ramping.

Sehingga ketika dia mengenakan kain tersebut, kain tersebut jatuh dari pinggangnya. Wajahnya selalu berkeringat, dahinya lebar, dan janggutnya diwarnai dengan hinai dan katam.

Sebagai seorang pemimpin, Abu Bakar adalah orang yang berakhlak sempurna, sedangkan Fakih berkemauan keras dan lebih memahami garis keturunan Arab dan risalahnya.

Abu Bakar adalah salah satu Rashidun Krafars yang tidak curiga. Ia menjauhi kehidupan duniawi dan hanya mengandalkan Allah SWT dalam hidupnya.

Islam Abu Bakar memiliki pengaruh yang kuat pada Islam dan umat Islam karena statusnya yang tinggi dan ketulusan dalam dakwahnya. Abu Bakar, pada masa awal Islam, membebaskan para budak yang tersiksa untuk membela jalan Allah seperti Bilalula.

Abu Bakar menemani Nabi saat berada di Mekkah, dan dia juga menemani Nabi saat bersembunyi di sebuah gua saat hijrah ke Madinah.

Contoh contoh Abu Bakar As Siddiq
Di bawah ini adalah contoh spesimen yang tersedia dari Abu Bakar As Siddiq.

1. Sahabat Nabi Muhammad SAW
Abu Bakar lebih muda dari Nabi Muhammad SAW dan keduanya berteman dekat. Nabi Muhammad SAW melihat kebaikan Abu Bakar sebagai As siddiq dan selalu menjaga keselamatannya. Inilah yang dikatakan Al-Qur’an di Tauba kepada kita dalam suratnya yang ke-40.

BACA JUGA:  Pengertian Dasar Negara

2. Selalu melakukan pekerjaan amal
Allah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW Abu Bakar rela memberikan seluruh hartanya untuk sedekah setelah dia menerima wahyu yang benar dari SWT. Termasuk kebaikan hatinya yang membantunya membebaskan budak dan menyebarkan ajaran Islam.

3. Orang jujur dan pemimpin doa
Abu Bakar adalah orang yang berintegritas, dan Rasulullah SAW menjadikannya sebagai imam shalat bagi umat Islam lainnya. Abu Bakar juga terpilih sebagai khalifah utama, menandai momen penting dalam sejarah Islam.

4. Melawan Nabi Palsu dalam Perang Lydda
Setidaknya Abu Bakar memerangi empat nabi palsu dan kelompok mereka. Mereka adalah Bani Hanifah, Bani Taghrib, Bani Tamim dan Bani Asad. Pada masa pemerintahannya, Abu Bakar juga mengumpulkan lembaran-lembaran Al-Qur’an yang kemudian menjadi manuskrip lengkap pada masa pemerintahan Utsman bin Afan.

5. Gelar dan Nama Panggilan Abu Bakar As Siddiq
Karena kebaikan dan kejujurannya, Abu Bakar mendapat julukan As-Siddiq. Ini berarti orang yang dibenarkan dan jujur. Selain As-Siddiq, Abu Bakar juga mendapat julukan “Sang Sahabat”. Hal ini diberikan langsung oleh Allah SWT melalui At-Taubah-Nya: 40 Sabda QS. Status khusus sebagai pengikut, penolong, dan kekasih Nabi.

Mengapa Abu Bakar diberi gelar As As siddiq?
Menurut laporan dari situs resmi Nahdlatul Ulama, penganugerahan gelar As-Siddiq Abu Bakar dimulai dengan perjalanan Nabi dari Mekkah ke Baitul Makhdisnya, dilanjutkan dengan perjalanan surgawi dan segala keajaibannya. lanjut.

Nabi Muhammad SAW yang menceritakan kisah ini kepada penduduk Mekkah justru ditegur dan menganggap apa yang dikatakan Nabi Muhammad itu bohong. Saat itulah Abu Bakar muncul dengan keberanian dan kejujurannya serta membenarkan apa yang dialami Nabi.

Nabi Muhammad SAW melihat secara langsung kebaikan, keberanian dan kejujuran yang ditunjukkan Abu Bakar kepada kaumnya, itulah sebabnya Abu Bakar diberi gelar As As siddiq.***

`