unsur unsur berita

Berikut ini Rumah Teknologi akan memberikan Jawaban Mengenai Pertanyaan di bawah ini, semoga dapat memberikan manfaat, dan digunakan sebagai referensi pengetahuan.

Artikel kali ini akan membahas “unsur unsur berita” mari kita lanjutkan

Jawaban ini dapat dijadikan sebagai referensi dan membantu tugas kalian.

tujuan dibuatnya artikel ini adalah untuk memudahkan anda dalam menemuka jawaban yang telah ada.

setiap jawaban yang akan dibahas ini tidak bersifat mutlak benar dan teman-teman bisa secara mandiri mencari jawabannya agar bisa lebih eksplor dengan jawabannya.

Dilansir berdasar berbagai sumber, Berikut penjelasan dari “unsur unsur berita”

Pengertian Berita

Secara etimologis, kata berita berasal dari bahasa Sansekerta yaitu vritta yang berarti peristiwa atau kejadian. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berita diartikan sebagai laporan tentang peristiwa atau kejadian yang sedang trending.

Khoirul Muslimin menjelaskan dalam buku Dasar Jurnalistik: Langkah Efektif Menulis Berita, Biografi Feature, Artikel Populer dan Editorial bahwa berita harus ditulis dengan unsur 5W 1H. Orang yang pertama kali memperkenalkan elemen ini adalah Rusyard Kipling.
Menurut Sumadiria, tujuan penggunaan elemen 5W 1H dalam pembuatan berita adalah agar berita tersebut lengkap, akurat dan sesuai dengan standar teknis jurnalistik. Artinya, sebuah cerita harus ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca, pendengar, atau penonton.
Untuk lebih mudah memahami, silakan lihat penjelasan lengkap item baru 5W 1H pada deskripsi item di bawah ini.

Unsur 5W 1H

Mengutip dari buku Erwan Rachmat Jelajah Bahasa Indonesia Volume 2 untuk Kelas VIII SMP/MTs, unsur pesan 5W 1H adalah when, who, what, where, why, who, how. Biasanya, 5W 1H ini digunakan untuk mengajukan pertanyaan sebelum mengumpulkan informasi atau memecahkan masalah.

Dalam bahasa Indonesia konsep ini disebut ADIKISIMBA, yang merupakan singkatan dari what, where, when, who, why, how. Berikut penjelasan masing-masing unsur 5W 1H beserta contoh-contoh yang disusun dari buku Baest Practice Humas (Humas) Bisnis dan Pemerintahan oleh Rachmat Kriyantono.
1 apa (What)
Unsur Apa menjelaskan peristiwa apa yang sedang terjadi atau sedang dibicarakan dalam berita. Ini contohnya:
Ribuan karyawan dari 12 perusahaan di Medan dan sekitarnya berdemonstrasi, Rabu (29/11). Mereka menuntut pasokan gas dan listrik tetap berjalan seperti biasa. Krisis gas dan listrik di kawasan itu membuat 15 pabrik di kawasan industri Medan terancam tidak beroperasi selama dua bulan terakhir.

2. Siapa (Who)
Unsur who (siapa) digunakan untuk mengetahui siapa saja subyek atau pelaku yang terlibat dalam suatu peristiwa. Ini contohnya:
Mantan Gubernur Sulawesi Tengah Aminuddin Ponulele diadili di Pengadilan Negeri Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (29/1). Ia diadili sebagai terdakwa kasus korupsi Dana Angkutan Pengungsi Poso Rp 1,25 miliar.

BACA JUGA:  Ringkasan Cerita Bima Bungkus Bahasa Jawa!! Kisah Perjuangan Putera Pandu dalam Budaya Jawa

3. Kapan (When)
Elemen when adalah deklarasi yang memberikan informasi tentang kapan masalah atau peristiwa terjadi. Contohnya adalah sebagai berikut:
Memasuki musim tanam akhir tahun ini, para petani di Lampung, baik anggota kelompok tani maupun petani lepas, mengeluhkan kesulitan mendapatkan pupuk berbahan dasar urea. Kalaupun demikian, harganya jauh di atas harga jual tertinggi atau HET. Itupun, petani harus menunggu lima hari hingga seminggu untuk mendapatkannya.

4. Mengapa (Why)
Unsur because menitikberatkan pada alasan atau latar belakang peristiwa atau masalah yang sedang terjadi. Sebagai contoh:
Atas kecemburuannya, Musa Siregar nekat menikam Jupri, pria yang merupakan teman istrinya, hingga tewas sekitar pukul 23.00, Selasa (28/11). Akibatnya, Jupri yang sedang menyambangi wisma Musa di Jalan Hipli RT 7 RW 6, Cengkareng Timur, Jakarta Barat, meninggal dunia.
minggu ke-5
Elemen where digunakan untuk menggambarkan tempat atau lokasi terjadinya peristiwa. Ini contohnya:
Jalan tol Porong-Gempol di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur yang pada akhirnya akan ditutup, mau tidak mau akan membuat seluruh operator angkutan umum di jalur Surabaya, Malang, Pasuruan, dan Banyuwangi mengalami kerugian melalui penurunan pendapatan.

6. Bagaimana (How)

Elemen how adalah penjelasan lengkap tentang bagaimana peristiwa itu bisa terjadi dan mendukung elemen why yang dijelaskan di atas

Jenis berita

Berita itu sendiri terdiri dari lima jenis teks berita yang biasa dijumpai di semua media, antara lain headline (atau disebut juga headline), depth news (atau feature news), berita opini (sebagai opini), berita interpretatif (seperti berita interpretatif). ) dan berita investigasi (misalnya, berita investigasi).

1 Berita Langsung
Straight news adalah jenis berita yang ditulis pendek, sederhana dan langsung. Sebagian besar halaman depan surat kabar atau berita utama (headline) biasanya adalah jenis berita ini.

2 berita mendalam
Pesan mendalam adalah jenis pesan yang dikembangkan dengan pemahaman mendalam tentang hal-hal yang terletak di bawah permukaan (atau dibahas secara mendalam).

3 Berita Investigasi
Berita investigasi adalah jenis berita yang dikembangkan berdasarkan penyelidikan dan penelitian dari berbagai sumber yang dapat menjadi sumber berita.

4 Pesan Interpretasi
Berita interpretatif adalah jenis berita yang berkembang dari pendapat atau penilaian wartawan pelapor, tetapi selalu berdasarkan fakta yang ditemukan.

5 Berita Opini
Berita opini adalah jenis artikel berita tentang pendapat seseorang, biasanya pendapat para ahli, ulama, pejabat, tetapi bisa juga tentang suatu masalah ilmiah, peristiwa, kondisi, dll.

BACA JUGA:  inti pada pidato berisi tentang

Fungsi fakta dalam berita

Informasi menjadi sesuatu yang sangat penting atau bahkan harus dimiliki. apalagi di era yang semakin modern ini. Saat ini sangat mudah untuk mendapatkan berita, bahkan berita dapat dilihat, didengar dan dilihat saat berangkat kerja (di angkutan umum).

Namun, tidak sedikit orang yang justru membaca berita bohong atau tidak faktual sehingga merugikan diri sendiri. Berita yang tidak berdasarkan fakta akan mengurangi kebenaran dalam berita itu sendiri, sehingga akan banyak orang yang tidak mau membaca portal berita tersebut.

Berita juga memiliki fungsi, karena tanpa fakta, berita tidak valid. Berikut adalah 8 ciri fakta dalam berita yang perlu diketahui.

1. Penguatan data pendukung
Berita itu sendiri mengandung berbagai fakta dan kemudian menjadi berita dengan banyak data yang valid. Fakta dan tanggal sendiri merupakan dua hal yang saling berhubungan dan saling menguatkan.

Seorang pelapor kemudian menulis pesan faktual tentang tanggal tidak sah yang diduga melanggar kode etik pelapor. Namun data dan fakta mengenai topik ini saling berhubungan, nyatanya untuk mendapatkannya tidaklah mudah.

Hal ini pada hakekatnya karena wartawan perlu mencari sumber informasi yang dapat dipercaya untuk mengkonfirmasi suatu peristiwa yang telah terjadi. Wartawan juga mencari saksi kunci. Tanpa saksi kunci yang kemudian membuat pernyataan palsu, laporan selanjutnya menjadi laporan opini.

2. Yakinkan pembaca
Berita dengan fakta juga menjadi berita yang dapat menarik perhatian dan meyakinkan pembacanya. Karena baik publik maupun komentator selalu penasaran dengan kejadian terkini.

Meskipun banyak berita yang menarik, namun hanya berita yang mengandung fakta yang dianggap tepat untuk menggambarkan suatu peristiwa yang benar-benar terjadi pada saat itu.

3. Informasi yang Akurat
Fungsi fakta dalam pesan berikut adalah untuk memberikan informasi yang akurat. Sama seperti poin sebelumnya, informasi akurat termasuk informasi yang sangat dibutuhkan pembaca karena mampu menggambarkan situasi atau peristiwa secara jujur.

Berita pun bisa dipercaya jika penulis atau reporternya bisa mendapatkan fakta yang benar. Nah, untuk menjadi jurnalis, Anda perlu tahu cara menulis berita yang baik dan tentunya memasukkan fakta di dalamnya.

4. Pesan harus bertanggung jawab
Fungsi fakta dalam pesan adalah agar pesan yang dikirim atau disebarluaskan dapat dilacak. Jika suatu berita dapat dijelaskan, maka akan banyak pembaca, pendengar, dan pemirsa berita tersebut yang akan yakin bahwa peristiwa yang disiarkan itu benar adanya.

BACA JUGA:  kasus kkn di indonesia

Tanggung jawab dalam hal ini berarti jaminan bahwa pesan yang dibuat dan dikirimkan adalah benar dan bukan hanya rekaan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sumber informasi, cara penulisan, cara penyampaian atau peristiwa terkait yang menjadi pokok pesan.

5. Berikan keseluruhan cerita
Fungsi fakta dalam berita selanjutnya adalah untuk menyampaikan berita secara keseluruhan. Dengan fitur ini, pesan yang disampaikan tersaji secara utuh, tidak hanya sepotong-sepotong, sehingga masyarakat yang melihat pesan tersebut memiliki keyakinan terhadap acara tersebut.

Dalam hal ini, penyampaian berita secara keseluruhan dapat diartikan tidak dibesar-besarkan maupun direduksi. Dengan kata lain, pesan yang disampaikan harus sesuai dengan peristiwa atau peristiwa yang terjadi di lapangan.

Namun, teknik penulisan pesan juga merupakan hal yang penting untuk diikuti karena melibatkan berbagai proses transmisi informasi. Jika cerita tidak ditulis dengan teknik yang tepat, pembaca tidak akan diberikan informasi yang utuh secara utuh sehingga kurang menarik bagi pembaca.

6. Tidak memihak
Berita berdasarkan fakta adalah berita yang tidak memihak siapapun. Hal ini dikarenakan pesan yang disampaikan secara utuh sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi. Hanya saja pesan-pesan yang tidak memihak tersebut harus memuat berbagai unsur berita serta data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, pembaca atau orang yang menonton berita tidak ikut memihak pada pihak tertentu.

7. Penguatan fungsi berita
Fungsi fakta dalam pesan ketujuh adalah untuk menekankan fungsi pesan itu sendiri. Dalam hal ini, fungsi utama pembuatan pesan adalah menyampaikan informasi. Ketika informasi yang disampaikan benar, pesan menjadi solid dan dapat dipercaya.

Berita yang solid dan kredibel dapat dibuat karena menggunakan fakta dan data yang sesuai dan dapat diverifikasi di lapangan. Oleh karena itu, mereka harus mematuhi teknik penulisan pesan saat menulis pesan. Hal ini harus dilakukan agar menghasilkan berita yang benar, dan isi berita tidak overload sehingga tidak membingungkan pembaca.

8. Tambahkan nilai pada pesan
Fungsi fakta yang terakhir dalam sebuah berita adalah untuk menambah nilai berita. Nilai pesan sangat penting karena jika nilai yang didapat rendah, maka pesan ini harus dicap sebagai pesan tidak terpercaya atau hoax. Begitu pula sebaliknya, ketika nilai pesannya lebih tinggi, maka banyak orang yang percaya dengan pesan tertulis tersebut.

Semakin tinggi nilai sebuah cerita, semakin banyak orang yang ingin membacanya. Semoga bermanfaat***