bagaimanakah tahap-tahap kehidupan manusia pada masa praaksara

Berikut ini Rumah Teknologi akan memberikan Jawaban Mengenai Pertanyaan di bawah ini, semoga dapat memberikan manfaat, dan digunakan sebagai referensi pengetahuan.

Artikel kali ini akan membahas “bagaimanakah tahap-tahap kehidupan manusia pada masa praaksara”

Jawaban ini dapat dijadikan sebagai referensi dan membantu tugas kalian.

Tujuan dibuatnya artikel ini adalah untuk memudahkan anda dalam menemuka jawaban yang telah ada.

Setiap jawaban yang akan dibahas ini tidak bersifat mutlak benar dan teman-teman bisa secara mandiri mencari jawabannya agar bisa lebih eksplor dengan jawabannya.

Dilansir berdasar berbagai sumber, Berikut penjelasan dari “bagaimanakah tahap-tahap kehidupan manusia pada masa praaksara”

Zaman Prasejarah

Masa prasejarah disebut juga dengan masa prasejarah. Masa prasejarah berarti masa sebelum manusia mengenal bentuk tulisan. Dan ada yang menyebutnya era kebebasan, yaitu masa tidak menulis. Manusia yang hidup pada masa ini adalah manusia purba. Meskipun zaman prasejarah tidak mengenal tulisan, namun peninggalan yang ditinggalkan oleh manusia yang hidup pada masa itu berupa artefak dan fosil.

Artefak berupa benda-benda purbakala dimana benda-benda tersebut dapat membantu kita memprediksi bagaimana kehidupan manusia akan berkembang. Sementara itu, fosil berupa sisa-sisa fosil tulang manusia, hewan, dan tumbuhan dapat membantu kita dalam hal perkembangan fisik manusia pada masa pra-Kassasara. Sisa-sisa fosil manusia, tumbuhan dan hewan ditemukan di lapisan bumi.

Ilmu yang mempelajari masa prasejarah adalah paleoantropologi, yang berarti ilmu yang mempelajari tentang wujud manusia dari manusia yang paling sederhana sampai sekarang. Sedangkan paleontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang fosil, dan geologi adalah ilmu yang mempelajari tentang lapisan tanah.
Teknik untuk menganalisis zaman prasejarah
Era prasejarah atau era prasejarah tidak meninggalkan benda-benda tertulis. Benda-benda bersejarah tersebut dapat dianalisis usianya dengan menggunakan teknik analisis sebagai berikut:

BACA JUGA:  energi apa saja yang dikeluarkan seorang penjahit saat membuat baju

1. Klasifikasi
Klasifikasi adalah cara untuk menentukan umur benda berdasarkan bentuknya. Semakin sederhana bentuknya, semakin tua objeknya.

2. Stratigrafi
Stratigrafi adalah metode penentuan umur organisme berdasarkan lapisan tanah tempat organisme tersebut berada.

3. Kimia
Kimia berarti metode penentuan umur benda berdasarkan unsur kimia

Sistem kepercayaan manusia prasejarah
Rekomendasi Buku Gaya Hidup Manusia Prasejarah Gaya hidup masyarakat prasejarah memiliki sistem kepercayaan yang diyakini mulai berkembang pada masa berburu dan mengumpulkan makanan lanjutan atau biasa disebut masa subsisten dan bercocok tanam yang terjadi pada zaman Mesolitikum. Bukti yang juga menguatkan adanya pola kepercayaan pada zaman prasejarah adalah ditemukannya lukisan perahu pada seorang tukang kayu.

Lukisan itu menggambarkan kendaraan yang mengangkut arwah leluhur ke alam baka. Ini membuktikan bahwa pada saat itu mereka percaya akan keberadaan roh. Seiring dengan berkembangnya kemampuan berpikir, manusia mulai memikirkan kekuatan lain di luar dirinya. Oleh karena itu, muncullah berbagai sistem kepercayaan yang diyakini manusia purba, yaitu animisme, dinamisme, dan totemisme.

1. Spiritualitas
Kata “animisme” berasal dari kata Latin “anima” yang berarti roh. Seperti dalam History of Southeast Asia (2013) karya MC Ricklefs, animisme adalah sistem kepercayaan yang memuja roh atau arwah leluhur. Ciri-ciri manusia prasejarah yang memiliki kepercayaan ini adalah mereka yang selalu mencari perlindungan dan meminta sesuatu dari arwah nenek moyangnya, seperti meminta kesehatan, keselamatan, dan lain sebagainya.

2. Dinamisme
Kata “dinamis” berasal dari kata bahasa Inggris “dinamis” yang berarti kekuatan, kekuasaan dan dinamisme. Dinamisme adalah kepercayaan terhadap hal-hal tertentu yang dianggap memiliki kekuatan gaib seperti pohon dan batu besar.

Unsur dinamisme lahir dari ketergantungan manusia terhadap kekuatan lain di luar dirinya. Manusia prasejarah memiliki banyak keterbatasan, sehingga membutuhkan bantuan dari benda-benda yang dianggap mampu memberikan rasa aman.

BACA JUGA:  inti pada pidato berisi tentang

3. Totemisme
Totemisme adalah sistem kepercayaan yang meyakini hewan atau tumbuhan tertentu memiliki kekuatan gaib untuk membawa keselamatan atau bencana bagi pengikutnya. Manusia prasejarah yang menganut kepercayaan totemik cenderung memuja hewan atau tumbuhan tertentu, sehingga tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi hewan atau tumbuhan tersebut.

Kesimpulan :

Berdasarkan perkembangan kehidupannya atau corak hidupnya, masyarakat praaksara terbagi menjadi tiga masa yaitu masa berburu dan mengumpulkan makanan, masa bercocok tanam, dan masa perundagian.***